Framework Laravel

Selamat pagi teman-teman. Pada tulisan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai enaknya pakai framework laravel secara ringkas.

Composer

Composer merupakan package manager untuk PHP. Jadi kalau butuh fitur baru untuk aplikasi yang sedang dibuat, kita pakai si composer ini. Tinggal edit composer.json dengan memasukkan package yang dibutuhin, terus lakukan composer update. Nanti packagenya terdownload.

Readable Code

Biasanya kalau ngoding, engga peduli kodingan kita bakal dimengerti sama orang apa engga. Coba liat deh contoh syntax untuk Eloquent ORM ini:

ORM.JPG

Syntaxnya gampang banget kan ya dibacanya. :))

MVC

Kalau di Laravel blade bakal maksa pakai {{ }} buat nampilin variable. Padahal kan bisa aja pakai <?php ?>, terus bisa diubah-ubah nilai variable tersebut di View. Ternyata Laravel maksa-maksa gitu karena view kan cuman buat nampilin data aja, kalau mau diproses ya di model kalau engga di controller. Akhirnya, bisa makin paham deh saya dengan konsep MVC karena Laravel

Testing

Bayangkan kalau aplikasi yang kita buat itu besar terus banyak banget komponennya. Kalau engga ada testing, setelah nambah fitur baru, kita harus cek semua fitur yang telah ada sebelumnya SECARA MANUAL dan itu bakal ngerepotin banget :((

Dokumentasi

Di laravel setiap bikin file baru, bakal disedian block komentar (dokumentasi) dan dokumentasinya itu nyaman buat dibaca. Coba buka routes/api.php. commen.JPG

Program yang baik mesti dilengkapi juga dengan dokumentasi yang mudah dipahami

Database Revision

Gampang banget kalau mau ngerevisi database. Setelah edit-edit dikit file migrationnya, tinggal pakai command php artisan migrate dan keubah deh struktur databasenya.

Interface

Kalau di Laravel, ada yang dikenal dengan sebutan dependency injection. Dengan dependency injection ini dan juga interface, kita bisa lho mengubah sumber data dari MySQL ke MongoDb tanpa perlu mengubah satu baris pun syntax di controller.

Design Pattern

Di Laravel, kelompok PPLA3 belajar nih beberapa design pattern dan mengimplementasikannya langsung. Diantaranya:

a. Facade

b. Factory Pattern

c. Don’t Repeat Yourself

d. Dependency Injection/Inversion

e. Single Responsibility Principle

f. Open Closed Principle

 

Sekian dulu y sharingnya. Kalau ada yang kurang, insyaAllah bakal ditambahin lagi tulisan pada post ini. Terima kasih sudah membaca:D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s